- See more at: http://www.fathurrizqi.com/2013/09/membuat-slideshow-headline-news-blog.html#sthash.Z7oQXREi.dpuf

cassava revolution

Diposting oleh Unknown



OlehEdhi SandraPemilik Chief Esha Flora Conservation Unit Plant Tissue Culture Section, Department of Forest Resources Conservation and Ecotourism, Faculty of Forestry, Agricultural University Laboratory of Environmental Biotechnology PPLH Bogor Kepala IPB Bogor
PendahuluanKita know the lyrics of the song: "Sticks timber so the plant .." This illustrates just how lush and support conditions in Indonesia for berbudidaya. Wooden sticks (cassava stem cuttings) planted only then can grow by itself. Conventional cultivation techniques is still mostly done by Indonesian farmers. Progress in cassava cultivation techniques originally just doing tillage and fertilization. At least that's been done by the farmers in general in Indonesia. Even in cultivation often conflated between harvest the leaves as a salad or vegetable to be made with wood harvested tubers. In such conditions the productivity is highly dependent on soil conditions and fertility as well as climatic and environmental conditions of cultivation. At first solving the problem based on environmental constraints, such as limited water and nutrient conditions the growth of stems and leaves that grow are limited to one and two rods, as well as a potential root tuber with limited timber so the roots are not too much that can be focused on the allocation of food some existing timber bulbs. In this condition, the strategy is successful berbudidaya with existing environmental constraints. So the limiting environmental conditions in wooden tuber productivity. The more days the understanding and knowledge of plant physiology, biological and environmental processes are more intelligent then humans modify the environment in order to support better plant growth. This will be discussed in this paper so that the productivity of cassava which can range initially only 20-40 tonnes / hectare, it is starting a lot to do with the productivity of cassava cultivation of 60-100 tons / hectare. Even recently there were claims that they are capable of producing 600-800 tonnes / hectare.
In this paper I just want to elaborate on that when all the factors that can improve plant growth as well as a variety of treatments that can improve the productivity done, the results would be amazing. I will attempt to describe in terms of plant physiology and treatments that can improve the growth and productivity of cassava produced.
 Basic Principles
Again we have to base the theory that the end result (Productivity) depends on Plant Genetics, environmental conditions and cultivation management.

            Productivity = Genetic + Environmental + Management


More aboutcassava revolution

revolusi singkong

Diposting oleh Unknown


OlehEdhi SandraPemilik Esha Flora Kepala Unit Kultur Jaringan Bagian Konservasi Tumbuhan, Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian BogorKepala Laboratorium Bioteknologi Lingkungan PPLH IPB Bogor 
PendahuluanKita kenal lirik lagu : ” Tongkat kayu jadi tanaman..” Hal ini menggambarkan betapa subur dan mendukungnya kondisi di Indonesia untuk berbudidaya. Tongkat kayu (stek batang singkong) ditancapkan saja maka dapat tumbuh dengan sendirinya. Teknik budidaya konvensional ini masih banyak dilakukan oleh para petani Indonesia. Kemajuan dalam teknik budidaya singkong awalnya hanyalah dilakukannya pengolahan tanah dan pemupukan. Paling hanya itu yang telah dilakukan oleh pada umumnya para petani di Indonesia. Bahkan dalam budidayanya seringkali dicampur aduk antara memanen daun  sebagai lalap atau untuk dibuat sayur dengan memanen umbi kayunya.  Dalam kondisi seperti itu produktivitas sangat tergantung pada kondisi dan kesuburan tanah serta kondisi iklim dan  lingkungan tempat budidaya.  Pada awalnya pemecahan masalah dilandasi pada keterbatasan lingkungan, misalnya karena keterbatasan kondisi air dan hara maka pertumbuhan batang dan daun yang tumbuh dibatasi hanya satu dan dua batang, demikian pula dengan akar sebagai calon umbi kayu dibatasi agar akar tidak terlalu banyak sehingga alokasi makanan dapat difokuskan pada beberapa umbi kayu yang ada. Pada kondisi ini maka strateginya adalah berhasil berbudidaya dengan keterbatasan lingkungan yang ada. Jadi kondisi lingkungan menjadi pembatas dalam produktivitas umbi kayu.  Semakin hari maka pemahaman dan pengetahuan tentang fisiologi tumbuhan, proses biologi dan lingkungan maka manusia sudah lebih pandai dalam memodifikasi kondisi lingkungan agar dapat menunjang pertumbuhan tanaman dengan lebih baik. Hal inilah yang akan dibahas dalam makalah ini sehingga produktivitas singkong yang awalnya hanya dapat berkisar 20 - 40 ton/hektar, maka saat ini sudah mulai banyak yang dapat melakukan budidaya singkong dengan produktivitas 60 - 100 ton/hektar. Bahkan baru-baru ini ada yang mengklaim bahwa mereka mampu menghasilkan 600 - 800 ton/hektar. 
Dalam makalah ini saya hanya ingin menguraikan bahwa bila semua faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta berbagai perlakuan yang dapat meningkatkan produktivitas dilakukan maka hasilnya akan sangat menakjubkan.  Saya akan berusaha menguraikan dari segi fisiologi tumbuhan dan perlakuan-perlakuan yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas singkong yang dihasilkan.
 Prinsip Dasar
Kembali kita harus ke teori dasar bahwa hasil akhir (Produktivitas) tergantung pada Genetika Tanaman, kondisi lingkungan serta manajemen budidaya.

            Produktivitas  =   Genetik    +    Lingkungan   +   Manajemen

More aboutrevolusi singkong

masih tentang singkong

Diposting oleh Unknown


Tentang SingkongUmumSingkong merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 5-10 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis yang ditanam. Namun dengan perkembangan tehnologi singkong dapat mencapai garis tengah lebih dari 15 cm dan panjang lebih dari 1 meter. Bahkan ada yang umbinya mencapai berat 70 kg per pohon  bahkan lebih. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya serat dan karbohidrat namun miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.
Umbi akar singkong banyak mengandung glukosa dan dapat dimakan mentah. Rasanya sedikit manis, ada pula yang pahit tergantung pada kandungan racun glukosida yang dapat membentuk asam sianida. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi akar yang masih segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Pada jenis singkong yang manis, proses pemasakan sangat diperlukan untuk menurunkan kadar racunnya. Dari umbi ini dapat pula dibuat tepung tapioka
Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu secara ilmiah mempunyai klasifikasi:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Malpighiales
Famili: Euphorbiaceae
Upafamili: Crotonoideae
Bangsa: Manihoteae
Genus: Manihot
Spesies: Manihot esculenta
Dalam bahasa daerah di Indonesia antara lain dinamakan :
Jawa : tela, pohong
Sunda : sampeu, dangder
Madura : sabreng, tela belada
Papua : pangala
Aceh : ubi kayee
Makassar : lame kayu
Dalam bahasa asing dinamakan:
Inggris : cassava
Malaysia : ubi kayu
Filipina : kamoteng kahoy, balanghoy
Thai : sampalang
Vietnam : củ sắn, khoai mì
Srilanka : maniok
India : kappa
China : mushu
Brazil : mandioca, aipim, macaxera
Afrika-Swahili : mogo, mihogo
Singkong adalah sumber karbohidrat terbesar ke-3 di dunia sebagai makanan manusia
Manfaat Singkong untuk Kesehatan
Singkong ternyata memiliki manfaat beragam untuk kesehatan kita. Silakan Anda simak manfaatnya di bawah ini:
1. Singkong baik untuk diet rendah kalori Anda.
   Mengapa begitu? Ini karena singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat yang  lebih rendah dari nasi dan roti, dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama.
2. Singkong baik untuk kesehatan pencernaan Anda
   Singkong merupakan umbi yang banyak sekali mengandung Insoluble Fiber atau Serat yang Tidak Larut dalam Air. Serat jenis ini berfungsi memperlancar proses buang air besar, serta mampu nyerap dan membuang toksin dalam usus, sehingga pencernaan Anda menjadi sehat.
3. Manfaat Singkong menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat
   Menurut beliau, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.

More aboutmasih tentang singkong

Ternak-Bekicot

Diposting oleh Unknown


sumber : Ir. Rohmad


5.1. Sejarah singkat
Bekicot atau Achatina fulica adalah siput darat yang tergolong dalam sukuAchatinidae. Berasal dari Afrika Timur dan menyebar ke hampir semua penjuru dunia akibat terbawa dalam perdagangan,moluska ini sekarang menjadi salah satu spesies invasif terburuk di bumi, sehingga beberapa negara bahkan melarang pemeliharaannya sebagai hewan kesayangan/timangan termasuk Amerika Serikat.
Hewan ini mudah dipelihara dan di beberapa tempat bahkan dikonsumsi, termasuk di Indonesia. Meskipun berpotensi membawa parasit, bekicot yang dipelihara biasanya bebas dari parasit. Bekicot tersebar ke arah Timur sampai di kepulauan Mauritius, India, Malaysia, akhirnya ke Indonesia. Bekicot sejak tahun 1933 telah ada disekitar Jakarta, sumber lain menyatakan bahwa bekicot jenis Achatina fulica masuk ke Indonesia pada tahun 1942 (masa pendudukan Jepang). Sampai saat ini, bekicot jenis Achatina fulica banyak terdapat di Pulau Jawa.
5.2. Sentra Peternakan
Sentra peternakan bekicot banyak ditemukan di masyarakat pedesaan Jawa Timur (Kediri), Bogor (Jawa Barat), Sumatera Utara dan Bali.
5.3. Klasifikasi Ilmiah
5.4. Jenis
Bekicot yang sering diternakkan adalah species Achatina fulica dan Achatina variegata. Ciri bekicot jenis Achanita fulica biasanya warna garis-garis pada tempurung/cangkangnya tidak begitu mencolok. Sedangkan jenis Achatina variegata warna garis-garis pada cangkangnya tebal dan berbuku-buku. Saat ini diketahui ada tiga subspesies bekicot Achatina fulica, yaitu : Achatina fulica rodatzi (Dunker, 1852),Achatina fulica sinistrosa (Grateloup, 1840) dan Achatina fulica umbilicata (Nevill, 1847)
Bekicot diternakkan umumnya jenis Achatina fulica yang banyak disenangi orang, karena bekicot jenis ini banyak mengandung daging. Konon di Eropa, bekicot jenis ini digunakan sebagai bahan baku makanan yang disebut Escargot. Escargot semula berbahan baku Helix pomatia. Karena Helix pomatia lama kelamaan sulit diperoleh maka bekicot jenis Achatina fulica menggantikannya sebagai bahan baku Escargot.

More aboutTernak-Bekicot

BUDIDAYA ULAT HONGKONG

Diposting oleh Unknown



DITULIS OLEH : Ir. Rohmat
DIPUBLIKASIKAN LAGI DI PERTANIAN MODERN

ULAT HONGKONG(Meal worm)

Pendahuluan
Mendengar nama ulat sebagian kita terutama kaum wanita akan merasa takut,jijik dan asosiasi yang negatif lainnya. Tetapi ternyata membudidayakan ulat hongkong bisa mendatangkan penghasilan tambahan yang lumayan besar.
Ulat hongkong atau dalam bahasa lain dikenal dengan Meal Worm atau Yellow Meal Wormdapat ditemukan pada toko-toko pakan burung, reptil dan ikan, karena memang ulat hongkong biasa dipergunakan sebagai suplemen pakan hewan-hewan tersebut. Ulat hongkong bisa dipergunakan sebagai bahan makanan hewan dalam bentuk pelet.
Bisnis budidaya ulat hongkong sebenarnya cukup mudah dan tidak memerlukan tenaga dan modal yang besar, selain itu budidaya ulat hongkong bisa dilakukansebagai usaha sampingan. Usaha budidaya ulat Hongkong ini telah ditekuni oleh beberapa warga didaerah kota Besar di Pulau Jawa. Dengan memanfaatkan sebagian ruangan dalam rumah, mereka menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong.
Hasil usaha sampingan budidaya ulat hongkong ini cukup lumayan, saat ini hampir tiap hari mereka memanen dan memasok ulat hongkong ke pedagang burung di Pasar-pasar Burung.
Harga ulat hongkong cukup lumayan antara 20 ribu sampai 30 ribu per kilogram.Harga ulat hongkong sempat anjlok beberapa tahun yang lalu seharga 12 ribu per kilogram, hal itu disebabkan over produksi karena banyaknya peternak ulat hongkong. Namun beberapa tahun terakhir harga stabil di kisaran 20-30 ribu per kilogram.
Langkah-langkah Budidaya Ulat Hongkong:
Jika ingin menekuni usaha sampingan budidaya ulat hongkong langkahnya cukup mudah yang diperlukan hanyalah ketelatenan dan bisa dilakukan di rumah
  1. Siapkan kandang pemeliharaan berupa papan triplek, atau bisa dengan nampan plastik. Ukuran sesuaikan dengan kebutuhan. Jika memakai triplek atau papan sudut-sudut diberi lakban agar ulat tidak kabur.
  2. Siapkan media pemeliharaan berupa campuran dedak halus(Polard) dan ampas tahu kering, bisa dibeli di toko pakan ternak.
  3. Telur ulat hongkong yang dibeli dari peternak, atau bisa membeli ulat hongkong kemudian dibudidayakan hingga menjadi serangga dan kemudian bertelur.
  4. Makanan ulat hongkong bisa diberikan limbah sayuran, timun, pepaya,jipang dan bahan makanan lainnya yang mengandung banyak air.
  5. Kunci budidaya ulat hongkong ini adalah ketelatenan dalam melakukan pemeliharaan. Jika tidak teliti terkadang ada hama sejenis ulat hongkong yang berukuran lebih kecil numpang hidup pada media, namun ulat kecil ini bersifat kanibal dan memakan ulat-ulat hongkong yang lain sehingga produksi menurun. Biasanya ulat jenis ini datang dari media dedak halus dan dari lingkungan sekitar.
Tempat Peternakan
Usahakan untuk tempat/bangunan peternakan ini, terbuat secara permanen atau terbuat dari tembok sekelilingnya. Tujuannya, agar terhindar dari tikus atau hama semut. Atap terbuat dari enternit serta 95% bangunan tertutup. Lantai terbuat dari tembok atau ubin. Suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan ulat. Usahakan suhu dalam ruangan, tetap antara 29 – 30 0C dan selalu lembab, artinya tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Suhu tersebut, merupakan suhu terbaik untuk ternak ini.

More aboutBUDIDAYA ULAT HONGKONG

BUDIDAYA dan PENGEMBANGAN SINGKONG SEBAGAI KOMODITAS AGRO INDUSTRI

Diposting oleh Unknown


















PRAKATA

Pengembangan prakarsa kemandirian bangsa harus didorong dengan cara  mengembangkan berbagai potensi masyarakat, memanfaatkan berbagai sumber daya yang dimiliki dan mengoptimalkan hasil – hasilnya sehingga berbagai upaya dimaksud harus berujung dan bertumpu kepada kesejahteraan rakyat, dan kemakmuran daerah yang bersangkutan, berdasarkan sendi – sendi keadilan dan pemerataaan.

Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah pengembangan sektor AGRO INDUSTRI, yang memang sudah merupakan ciri utama dan mayoritas kehidupan masyarakat di negara kita, dimana sebagian besar penduduknya bertempat tinggal di pedesaan dengan hidup mengandalkan dari sektor pertanian dan dapat mengoptimalkan lahan – lahan yang belum maksimal produksi sehingga apabila kegiatan – kegiatan tersebut tumbuh kembangkan oleh pemerintah daerah dan masyarakatnya, akan diperoleh beberapa keuntungan seperti :
  1. Menurunkan angka Urbanisasi
  2. Terbukanya lapangan kerja baru di daerah asal
  3. Termanfaatkannya lahan – lahan yang belum optimal produksi
  4. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat petani
  5. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah

Optimalisasi lahan – lahan yang belum dan dalam rangka membangun agro bisnis dan agro industri yang terintegrasi sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah, seperti yang dilakukan oleh PEMPROV. Banten dengan mengeluarkan PERDA Propinsi Banten No.11 tahun 2003 Tentang Pola Dasar Pembangunan Jangka Panjang Daerah Propinsi Banten 2002-2022 dimana di dalamnya memuat aspek mengembangkan sektor pertanian menuju agribisnis berbasis bioteknologi dan didukung industri-industri yang berbasis pertanian yang tangguh dan mandiri sebagai kegiatan ekonomi yang utama.

PERSAINGAN GLOBAL AKAN BAHAN PANGAN
Akibat dari penurunan produksi minyak bumi dan kenaikan harga minyak dunia yang semakin tinggi membuat banyak negara maju dan berkembang yang berusaha mencari sumber energi terbarukan berbahan dasar nabati seperti misalnya Bio Diesel dan Bio Ethanol. Produksi etanol dunia untuk bahan bakar diduga akan meningkat dari 19 Milyar liter ( 2001) menjadi 31 Milyar liter ( estimasi 2006). Beberapa Negara di Brasil, Amerika Serikat, Kanada. Uni Eropa dan Australia sudah menggunakan campuran 63% etanol dan 37% bensin.
Walaupun beberapa negara maju telah meneliti kemungkinan menghasilkan biofuel dari bahan non-pangan namun dengan tersedianya teknologi pengolahan yang murah dan bahan baku pangan yang melimpah saat ini tentu saja para pelaku industri biofuel tidak akan membuang – buang waktu untuk menunggu realisasi dari penelitian tersebut.
Dengan demikian maka secara otomatis kebutuhan akan bahan baku juga akan terdongkrak yang dapat berakibat terjadinya persaingan antara produsen bahan bakar dengan produsen bahan pangan dan ini tentu akan menyebakan kenaikan harga bahan pangan seperti yang telah terjadi pada Jagung, Gandum, CPO dan juga Singkong

I. AGRO INDUSTRI SINGKONG SEBAGAI SOLUSI
Indonesia sebagai negara agraris seharusnya dapat memanfaatkan momentum saat ini untuk mulai menggalakkan lagi sektor industri pertaniannya mengingat tingkat kesuburan tanah dan ketersediaan lahan yang sangat besar serta didukung pula oleh ektor tenag kerja yang melimpah.
UNIDO (UN Industrial Development Organization) sudah sejak awal tahun 1980-an menerbitkan beberapa laporan tentang potensi singkong atau ubi kayu atau manioc, terutama di negara berkembang seperti di Indonesia yang memiliki lahan luas dan subur karena permintaan pasar produk singkong tersebut dalam berbagai bentuk, mulai dari bahan mentah, gaplek, tepung gaplek, tepung tapioka dan tentu saja sebagai bahan baku ethanol sangat tinggi
Singkong cukup potensial untuk dikembangkan karena singkong merupakan tanaman yang sudah sangat dikenal oleh petani dan dapat ditanam dengan mudah. Singkong juga merupakan tanaman yang sangat fleksibel dalam usaha tani dan umur panen. Lahan untuk tanaman singkong tidak harus khusus, dan tidak memerlukan penggarapan intensif seperti halnya untuk tanaman hortikultura lainnya, misal sayuran.
Ada lebih dari 30 jenis umbi-umbian yang biasa ditanam dan dikonsumsi rakyat Indonesia. Dibandingkan dengan padi, membudidayakan umbi-umbian itu jauh lebih mudah dan murah. Sebagai contoh, menanam ubi kayu secara intensif membutuhkan biaya hanya sepertiga dari biaya budidaya padi. Di sisi lain, kandungan karbohidrat umbi-umbian juga setara dengan beras.
Umbi-umbian itu kemudian dapat diproses menjadi tepung. Dalam bentuk tepung, umbi-umbian dapat difortifikasi dengan berbagai zat gizi yang diinginkan. Bentuk tepung juga mempermudah dan memperlama penyimpanan hingga dapat tahan berbulan-bulan, bahkan hingga tahunan. Selain itu, dalam bentuk tepung akan mempermudah pengguna mengolahnya menjadi berbagai jenis makanan siap saji dan menyesuaikannya dengan selera yang disukai.
Teknologi pengolahan umbi-umbian menjadi tepung sangat sederhana dan murah. Dengan teknologi itu, usaha skala kecil-menengah mampu menghasilkan tepung dengan kualitas yang tidak kalah bagus dibandingkan tepung terigu yang diproduksi perusahaan besar


KADAR NUTRISI

Kandungan Nutrisi pada Ubi Kayu ( per 100 gram )
Kalori 146 kal
Air 62,5 gram
Phosphor 40 mg
Karbohidrat 34 gram
Kalsium 33 mg
Vitamin C 30 mg
Protein 1,2 gram
Besi 0,7 mg
Lemak 0,3 gram
Vitamin B1 0,06 mg
Berat dapat dimakan 75 gram
More aboutBUDIDAYA dan PENGEMBANGAN SINGKONG SEBAGAI KOMODITAS AGRO INDUSTRI

Mari Memulai Berternak Aneka Ternak-Merpati (Columba livia )

Diposting oleh Unknown

Pendahuluan

Burung Merpati atau burung dara (jawa=doro) sejak dulu telah dimanfaatkan untuk menghasilkan daging, sport, lomba, pertunjukan dan bahkan untuk keperluan komunikasi (merpati pos). Untuk keperluan produksi daging wujud yang paling disukai adalah daging merpati yang masih muda (squab) atau yang lebih dikenal dengan sebutan piyek. Daging merpati berwarna gelap, empuk, lembab dan menempati kelas yang sama dengan daging kepiting, daging sapi muda (veal), atau kambing muda.
Squab (piyek) adalah sebutan untuk anak merpati yang masih berumur antara 25-30 hari, kelezatan dan keempukan dagingnya akan menurun setelah umurnya lebih dari 30 hari.
Burung merpati adalah termasuk jenis burung yang akrab dengan manusia. Merpati tak hanya dipelihara sebagai satwa kesayangan, yaitu sebagai ternak hias dan balap. Ternak yang dijadikan lambang kesetiaan (sifat monogamous = satu pasangan) dan perdamaian ini juga termasuk salah satu penghasil daging yang cukup baik. Bagaimana tidak, dengan siklus yang relatif pendek yaitu 35 hari sepasang merpati sudah mampu menghasilkan keturunan. Ini berarti dalam kurun waktu satu tahun sepasang merpati mampu menghasil kan keturunan 10 kali dengan jumlah litter size 2 ekor. Diantara kelebihan merpati dibandingkan dengan binatang lain adalah kemampuan mengenali medan, tidak banyak menuntut persyaratan khusus untuk kelangsungan hidupnya, makanan dan perawatannya cukup mudah, gampang dikembangbiakkan, termasuk ternak yang mudah untuk dijinakkan, dan juga keragaman jenisnya.
Bagi yang sudah familiar dengan penghoby kuliner, tentu akan ingat lesehan-lesehan atau warung makan di pinggir jalan yang menyajikan menu sari laut atau lainnya. Salah satu menu yang ditawarkan adalah merpati goreng. Kalau yang dipotong piyek (squab) tentu tak jadi masalah, akan tetapi kalau yang dipotong merpati tua dan afkir tentu menjadi masalah.
Permintaan yang terus mengalir adalah sebuah peluang yang belum banyak di baca orang. Sungguh sangat sayang kalau peluang ini terlewatkan begitu saja hanya karena pasokan yang belum mencukupi. Merpati potong tetap menjanjikan peluang dan keuntungan walaupun penjualannya masih di tempat-tempat tertentu karena harganya yang masih tinggi. Tapi perlu diingat, peluang baru dengan sedikit ‘pemain’ yang menekuni, kemungkinan peluang berhasil sangat tinggi.
Jenis Merpati
Pada umumnya jenis burung merpati yang berada dan dipelihara oleh masyarakat sangat beragam. Namun sebenarnya Burung Merpati dapat dibedakan atas beberapa jenis berdasarkan :Tujuan pemeliharaan, Ukuran Badan, Bentuk Badan dan Warna Bulu.
Jenis Burung Merpati Berdasarkan Tujuan 
Adapun Burung Merpati berdasarkan tujuan pemeliharaan diantaranya adalah :
Merpati pacuan (Carrier Pigeon)
Banyak diminati orang karena daya terbangnya kuat. Ciri-cirinya antara lain : sosok tubuh yang gagah tetapi terlihat ramping, bulu tipis dan kaku, kulit pada tonjolan hidungnya tebal dan besar. Merpati pacuan memiliki kemampuan terbang sejauh 200 km, tetapi kemampuan merpati jelajah modern bias mencapai 1.500 km. Merpati yang termasuk jenis ini antara lain : Belgian homer, tumbler, flying tipper, flight, merpati posdan yang popular di Indonesia adalah merpati local yang dilatih untuk dijadikan merpati pacuan.

More aboutMari Memulai Berternak Aneka Ternak-Merpati (Columba livia )

MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR)

Diposting oleh Unknown


Tepung Mocaf Alternatif Pengganti Terigu 
Singkong atau ubi kayu (Manihot Esculenta) merupakan tanaman tropis yang berasal dari Brasil, Amerika Selatan. Singkong merupakan salah satu sumber energi kaya karbohidrat walau memiliki kadar protein rendah. Oleh karena itu singkong menjadi makanan pokok di beberapa negara afrika termasuk beberapa wilayah Indonesia. Singkong dikenal ada dua macam, yaitu singkong kuning dan singkong putih. Singkong kuning sering disebut singkong mentega. Singkong putih memiliki susunan lebih padat dan keras, singkong ini lebih tepat untuk keripik. Singkong ini saat dimasak cenderung lembut dan pulen, layaknya mentega. Singkong rebus enak disantap sebagai pengganti kentang atau sebagai pelengkap masakan. Bila diolah menjadi tepung, singkong dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Selain itu, singkong juga mengandung bahan tertentu yang bermanfaat bagi industri dan pakan ternak, karena mengandung air sekitar 60 %, pati sekitar 25-35 %, protein, mineral, serat, kalsium dan fosfat. Singkong merupakan sumber energi yang lebih tinggi dibanding padi, jagung, ubijalar dan shorgum. Singkong mengandung HCN (asam sianida) yang terdapat di dalam umbi dan daun. Untuk keperluan makanan dan pakan ternak digunakan singkong berkadar HCN rendah atau kurang dari 50 ppm (1 mgper liter), singkong berkadar HCN tinggi digunakan sebagai bahan industri.

Mocaf (Modified Cassava Flour) atau tepung singkong adalah hasil modifikasi sebagai produk olahan terbaru dari singkong juga merupakan temuan pertama di dunia, karena mocaf sanggup mengganti kebutuhan tepung gandum yang selama ini masih di impor. Untuk membuat 1 kg mocaf diperlukan 3 kg singkong segar dan untuk membuat 1 kg mie misalnya, mocaf mampu mensubstitusi 50 % tepung gandum atau terigu. Sementara untuk membuat kue, terigu bisa diganti seluruhnya oleh mocaf.

More aboutMOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR)

Mari Berternak-Belut

Diposting oleh Unknown

 Sekilas Tentang Sejarah Belut

Budidaya belut di indonesia mulai menggema pada tahun 1997 ketika krisis moneter melanda negeri ini, masyarakat kita mulai tertarik dengan budidaya belut, dan beranggapan bahwa bisnis budidaya belut ini cukup menguntungkan. Maka Menjamurlah peternak belut yang lahir dari seminar dan pelatihan yang diadakan.Tetapi kebanyakan para peternak belut banyak sekali yang gagal. Dari masalah media, pakan, benih dan bahkan informasi cara-cara budidaya yang didapatnya itu menjadi factor utama kegagalan tersebut.

Hingga saat ini pemain belut yang sukses masih bisa dihitung dengan jari. mereka yang masih tetap eksis bertahan adalah sebagai petani pemijahan belut, supplier belut, pengepul dan pengrajin belut olahan. Untuk petani pembesaran jarang sekali mereka yang bisa bertahan lama, biasanya karena disebabkan faktor kegagalan hingga menyerah tidak mau melangkah lagi dalam bisnis budidaya belut.

Budidaya belut memang fenomenal seiring perkembangan informasi dan teknologi masyarakat sudah mulai kritis dan dewasa menyikapi penomena ini. Banyak peternak belut yang merugi biasanya mereka memulai budidaya belut dengan pembesaran, padahal secara analisa usaha pembesaran kurang menguntungkan dari segi bisnis. Kecuali pembesaran yang bisa berhasil dengan peningkatan angka minimal diatas 2 x lipat selama jenjang waktu 4 bulan. Ini terjadi karena kost pakan terlalu besar nilainya sehingga tidak bisa menutupi penjualan hasil panen.
Untuk menutupinya maka diwajibkan untuk ternak pakan belut. Ternak pakan yang paling mudah adalah cacing ini menjadi salah satu pilihan budidaya belut yang disarankan, dengan system integrasi ini mempunyai keuntungan ganda Selain menutupi kost pengeluran pakan buat budidaya belut yang terlalu mahal dapat menjadi sumber penghasilan sampingan juga dengan menjual pakannya itu.
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.
Sentra Peternakan
Sentra Peternakan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong, Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai pos penampungan.

More aboutMari Berternak-Belut

Ternak aneka Puyuh

Diposting oleh Unknown







Sebagai salah satu jenis unggas, Burung Puyuh memang tidak sepopuler dengan jenis unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik ). Tetapi sebenarnya Burung Puyuh memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, karena puyuh menghasilkan pangan yang nilai gizinya tinggi dan dapat membantu penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, pemeliharaan puyuh juga efektif untuk menambah penghasilan.
Pertimbangan untuk ternak puyuh didasarkan pada kebutuhan modal usaha pemeliharaan yang digunakan relatif kecil, dapat dipelihara dalam lingkup rumah tangga, waktu pemeliharaannya pendek (6 minggu mulai bertelur), cukup tahan terhadap serangan penyakit, serta produksi daging dan telurnya tinggi.
 Sejarah Burung Puyuh (Coturnix coturnix) alias Gemak(bahasa Jawa)/ Quail
Asal usul Burung Puyuh (Coturnix coturnix) ini belum jelas benar dan diperkirakan daricoturnix liar yang dijinakkan. Puyuh adalah jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Di Indonesia Burung Puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979.
Berbagai macam Genus Burung Puyuh yang kita kenal adalah :
1. Genus Coturnix
2.Genus Anurophasis
3. Genus Perdicula
4.Genus Ophrysia
Pada umumnya Burung Puyuh yang banyak dikembangkan adalah dari Marga Turnix, Coturnix  dan Arborophilla. Arborophilla dan coturnix seperti ayam (gallus) termasuk family Phasianidae, sedang genus turnix termasuk family Turnicidae
Puyuh yang termasuk Genus Turnix memiliki ciri jari kaki ketiganya menghadap ke depan sedang yang ke belakang tidak ada.  Contohnya :   (1). Puyuh tegalan (Turnix succicator), yang sering ditemui ditegalan-tegalan, (2). Puyuh kuning (Turnix sylvatica)’ (3). Puyuh hitam (Turnix maculosa). Dari Genus Coturnix yang ada dalam kehidupan liar di Indonesia adalah Puyuh Batu (Coturnix chinensis) dimana dengan ciri-ciri : badan kecil sekitar 15 cm dan masih dapat ditemui di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sedangkan Genus Arborophilla di Indonesia dikenal dengan Puyuh genggong (Arborophilla javanica), puyuh pohon (Arborophilla hyperythra).

More aboutTernak aneka Puyuh