- See more at: http://www.fathurrizqi.com/2013/09/membuat-slideshow-headline-news-blog.html#sthash.Z7oQXREi.dpuf
Tampilkan postingan dengan label BIOETANOL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BIOETANOL. Tampilkan semua postingan

BBM Alternatif dari Tumbuhan Sampah

Diposting oleh Unknown


BBM Alternatif dari Tumbuhan SampahProses pembuatan biosolar ala Arif Wibobo. (Ilustrasi: ist.)Selamat siang kawan, bagaimana kabar hari ini? semoga selalu baik dan sehat selalu. Di Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya mengolah tanah, entah itu mengolah sawah, atau, ladang, atau yang lainnya. Dari sisa olahan pertanian tersebut, tentu ada limbah pertanian atau perkebunan, semisal jerami, daun tebu, jagung, dsb. Jerami daun tebu, bonggol jagung atau ilalang yang selama ini hanya kita anggap sebagai sampah yang layak dimusnahkan ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari pada hanya dibakar. Selain bisa diolah lagi menjadi pupuk kompos, di tangan orang orang kreatif, limbah tersebut bisa menjadi BBM. Di tangan seorang guru kreatif dari Jombang, Jawa Timur, mampu menyulap sampah-sampah tersebut menjadi biopremium atau biodiesel pengganti solar yang saat ini lagi marak isu penghilangan subsidi bbm, yang menjadikan harganya bisa naik 50 sampai 100 % dari harga sekarang.

mari kita simak perjalanan pak Guru Teladan ini dalam menemukan Biopremium.

Selama beberapa tahun ini, Arif Wibowo, warga Desa Kaliwungu Kecamatan Kota Jombang, Jawa Timur, melakukan berbagai penelitian dan uji coba guna mengubah aneka sampah menjadi biopremium dan biodiesel pengganti solar. Namun, peraih penghargaan Guru Teladan 2008 dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu mengaku, tidak berani mengklaim hasil kreativitasnya ini sebagai penemuan baru. Sebab menurutnya, di luar negeri, biodiesel dan biopremium sudah marak digunakan masyarakat.

Bahkan, Arif tidak segan memberi tahu bagaimana cara mengolah sampah menjadi biopremium dan biodiesel. Menurut Arif, biopremium dan biodiesel dibuat dengan bahan yang sangat melimpah di sekitar kita. Bahan-bahan itu misalnya rumput gajah, jerami (bekas batang padi), ilalang, batang jagung, bonggol jagung, daun tebu, enceng gondok,  biji jarak,  buah bintaro atau rumput-rumputan sampah lainnya. 

Proses pembuatannya juga sangat mudah. Pertama, rumput dihaluskan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin penggiling. Setelah itu, masukkan rumput halus tersebut ke dalam wadah khusus dan campur dengan jamur ragi (Sacharomyces cerevice). Jika sudah diaduk hingga rata, fermentasikan campuran rumput, air dan jamur ragi ini ke dalam wadah tertutup selama 14 hari. Kemudian, lakukan proses destilasi, yakni pemisahan air dengan minyak, menggunakan alat yang dirancang secara khusus.

Hasil keseluruhan proses ini adalah bioetanol yang selanjutnya dapat diproses lagi menjadi biopremium ataupun biosolar. Untuk membuktikannya, kita juga bisa langsung mencoba menggunakan bahan bakar alternatif tersebut tersebut pada sepeda motor. Sementara biodiesel atau biosolar dapat langsung kita coba untuk menghidupkan mesin diesel.

 Arif mengaku, akan membuka diri jika pemerintah berminat mengembangkan inovasinya ini. Namun jika tidak, Arif akan tetap mengembangkan biopremium dan biosolar ini dengan cara bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sejumlah pabrik atau perusahaan swasta. Pasalnya, dibandingkan dengan biosolar non subsidi milik Pertamina, biosolar buatan Arif jauh lebih murah. Satu liter dibanderol Rp6.000, sementara solar nonsubsidi milik Pertamina dijual Rp10.600 per liter. Demikian juga dengan biopremium milik Arif, dijual jauh lebih murah dari harga Pertamax.

"Meski demikian,  kualitas biosolar maupun biodiesel dari bahan sampah yang ramah lingkungan ini jauh lebih baik. Emisi gas buangnya lebih rendah dan perawatan mesin menjadi lebih terukur," kata Arif, Kamis (25/4/2013).

Selama ini Arif sangat prihatin dengan kebingungan pemerintah saat terjadi kenaikan harga minyak dunia. Akibatnya, pemerintah selalu berusaha mengurangi besaran subsidi dan diprotes masyarakat.

"Padahal, jika bisa memproduksi biosolar sendiri, nantinya pemerintah tak perlu ambil pusing dengan kenaikan harga minyak dunia yang sering terjadi. Sehingga, kondisi perekonomian dalam negeri bisa tetap stabil," imbuhnya. (Mukhtar Bagus/Sindo TV/rfa)

salut dah buat pak Guru.
patut di coba nih.
semoga sedikit info dari Sindo TV ini bermanfaat untuk kita semua.
salam hangat...
More about → BBM Alternatif dari Tumbuhan Sampah

BAHAN BAKAR PREMIUM = SARI JERAMI

Diposting oleh Unknown

Assalamu'alaikum,
selamat sore kawan, bagaimana kabar hari ini? semoga sehat selalu. oh ya, cuaca di tempat anda bagaimana? cerah, mendung, atau lagi musim semi? semoga keberkahan selalu menyertai anda dimanapun dan kapanpun, serta semoga selalu menjadi hari yang istemewa bagi anda.

pembaca yang budiman pasti seorang yang tertarik dengan bahan bakar subtitusi atau pengganti, dimana akhir akhir ini semakin marak dan banyak berkembang. kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara membuat bahan bakar premium dari sari jerami.
Padi adalah Tanaman yang mengandung karbohidrat tinggi kini bukan hanya sebagai sumber energi untuk tubuh tetapi dapat dijadikan sumber energi bahan bakar. Melalui beberapa tahap fermentasi tanaman-tanaman seperti jagung, singkong, aren, nipah, sagu dan padi dapat memberikan beberapa liter bensin yang ramah lingkungan . Namun, dalam hal ini pemanfaatannya bukan pada bahan pangan tersebut melainkan limbah dari bahan pangan yang dapat kita manfaatkan untuk menghasilkan sumber energi yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan.
Jerami Sebagai Sumber Energi Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Di tengah rencana pemerintah dalam pembatasan subsidi BBM untuk persediaan sampai bulan desember menuntut masyarakat Indonesia semakin berpikir untuk mencari sumber bahan bakar yang murah dan mudah didapat. Penelitian terbaru membuktikan bahwa jerami padi yang kita kenal hanya sebagai limbah ternyata mengandung bio ethanol sebesar 85% setara dengan bensin premium setelah dilakukan proses penyulingan. Hal ini karena jerami padi mengandung komponen hemiselulosa sebesar 27+0,5 %, selulosa 39+1%, lignin12+0,5%, dan abu 11+0,5%. Potensi ethanol yang dihasilkan dari jerami pun cukup menggiurkan dalam memenuhi kebutuhan bensin negara selama satu tahun. Kim dan Dale (2004) dalam penelitiannya mengatakan bahwa ethanol yang dihasilkan sebesar 0,28 L /kg jerami, sehingga jika kebutuhan bensin per tahun untuk Indonesia sebesar 12 juta liter maka dibutuhkan jerami sebanyak 3360 ton jerami per tahun. Dari segi pengolahannya pun fermentasi jerami tidak sulit untuk dilakukan. Namun, bukan berarti Pertamina menjadi merasa khawatir jika rakyat Indonesia dapat membuat bensin sendiri sehingga menimbulkan kerugian. Ada banyak cara agar Pertamina bekerja sama dengan masyarakat Indonesia yang ingin mengolah limbah jerami menjadi bensin. Sebelumnya kita perlu tahu bagaimana cara mengolah limbah jerami menjadi bensin dengan cara yang sederhana.
More about → BAHAN BAKAR PREMIUM = SARI JERAMI

PERCOBAAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG

Diposting oleh Unknown





1. Bahan Baku
Amilum atau dalam bahasa sehari-hari disebut pati terdapat dalam berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang disimpan dalam akar, batang buah, kulit, dan biji sebagai cadangan makanan. Pati adalah polimer D-glukosa dan ditemukan sebagai karbohidrat simpanan dalam tumbuh-tumbuhan, misalnya ketela pohon, pisang, jagung,dan lain-lain (Poedjiadi A, 1994).
Kulit pisang kepok digunakan karena mengandung karbohidrat. Karbohidrat tersebut diurai terlebih dahulu melalui proses hidrolisis kemudian di fermentasi dengan menggunakan Saccharomyces cereviseae menjadi alkohol. Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan dari fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme (Anonim, 2007). Bioetanol diartikan juga sebagai bahan kimia yang diproduksi dari bahan pangan yang mengandung pati, seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan sagu. Bioetanol merupakan bahan bakar dari minyak nabati yang memiliki sifat menyerupai minyak premium (Khairani, 2007).
Komposisi kulit pisang ditunjukan pada tabel 1.
Tabel  Kandungan Kulit Pisang


Unsur
Komposisi

Air
69,80 %

Karbohidrat
18,50%

Lemak
2,11%

Protein
0,32%

Kalsium
715mg/100gr

Pospor
117mg/100gr

Besi
0,6mg/100gr

Vitamin B
0,12mg/100gr

Vitamin C
17,5mg/100gr

(Anynomous, 1978)




Berdasarkan tabel 1, komposisi terbanyak kedua pada kulit pisang adalah karbohidrat. Mengingat akan hal tersebut dan prospek yang baik di masa yang akan datang, maka penyusun mencoba mencari peluang untuk memanfaatkan kulit pisang sebagai bahan baku dalam pembuatan bioethanol (Prescott and Dunn, 1959).
2. Mikroorganisme pada Fermentasi
Alkohol dapat diproduksi dari beberapa bahan secara fermentasi dengan bantuan mikroorganisme, sebagai penghasil enzim zimosa yang mengkatalis reaksi biokimia pada perubahan substrat organic. Mikroorganisme yang dapat digunakan untuk fermentasi terdiri dari yeast (ragi), khamir,jamur, dan bakteri. Mikroorganisme tersebut tidak mempunyai klorofil, tidak mampu memproduksi makanannya dengan cara fermentasi, dan menggunakan substrat organic untuk sebagai makanan.
More about → PERCOBAAN PEMBUATAN BIOETANOL DARI KULIT PISANG